Di kala mata sulit terbuka, ada hal yang yang menghambatku untuk harus tetap terjaga. Tapi sepertinya bukan aku saja yang merasakan seperti itu. Semua teman-teman seperjuanganku pun sepertinya merasaka hal sama. Anak-anak departemenku pasti tahu apa yang ku maksud.
Disaat semua itu melanda diriku, datanglah sedikit cahaya dari sana, dari sebelah timur rumahku, dari rumah tetanggaku. Kantuk yang terus menggerogoti mata ini perlahan lenyap diterpa suasana ramai, diterpa canda tawa, diterpa suasana keakraban ini. Yah, beginilah keadaan dirumah tetanggaku, dirumah teman departemenku, dirumah teman akrabku. Semua kantuk hilang dan sirna sekejap mata, namun tugas tak kunjung selesai*, :)
*dibanding saat mengerjakan sendiri pada keadaan optimal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar